KARATERISTIK PERKEMBANGAN PSIKOFISIK PESERTA DIDIK


NAMA = ALFIAN PAUZI
NIM = E1B017004
BLOG = pauzialfian.blogspot.com
No.Hp = 085338676474
TUGAS 6 , SABTU 21 APRIL 2018
KARATERISTIK PERKEMBANGAN PESERTA DIDIK TINGKAT SATUAN MENENGAH
1. Perkembangan motor (fisik) siswa Perkembangan motor (motor development), yakni proses perkembangan yang progresif dan berhubungan dengan perolehan aneka ragam keterampilan fisik anak (motor skills).
a.Menerima keadaan fisik dan mampu menggunakannya secara efektif.
b. d. Perubahan struktur jasmani Semakin meningkat usia anak maka akan semakin menigkat pula ukuran tinggi dan bobot serta proporsi tubuh pada umumnya. Perubahan jasmani ini akan banyak berpengaruh terhadap perkembangan kemampuan dan kecakapan motor skills anak. Pengaruh perubahan fisik seorang siswa juga tampak pada sikap dan perilakunya terhadap orang lain, karena perubahan fisik itu sendiri mengubah konsep diri (self-concept) siswa tersebut.
2. Perkembangan kognitif (cognitive development) Perkembangan kognitif (cognitive development), yakni perkembangan fungsi intelektual atau proses perkembangan kemampuan yang berhubungan dengan pemahaman, pertimbangan, pengolahan informasi, pemecahan masalah, kesengajaan dan keyakinan.
a.Senang mebandingkan kaedah-kaedah, etika dan norma yang ada dalam masyarakat.
b.Kecenderungan minat dan pemilihan karir relatif sudah lebih jelas.
c.Memilih dan dan mempersiapkan karir di masa depan sesuai dengan keinginan dan kemampuannya.
3.BAHASA
Bahasa remaja adalah bahasa yang telah berkembang. Bahasa remaja dipengaruhi oleh lingkungan pergaulan. Lingkungan pergaulan remaja dimulai dari bahasa sehari-hari (di rumah), kemudian berkembang secara bertahap yaitu di lingkungan masyarakat dan sekolah. Hal tersebut berpengaruh terhadap bahasa remaja, yang mulanya perbendaharaan bahasanya sedikit dan sederhana menjadi kaya akan berbahasa karena bahasa-bahasa yang diperoleh dari luar.
Pekembangan bahasa remaja dilengkapi dan diperkaya oleh lingkungan masyarakat di mana mereka tinggal. Hal ini berarti proses pembentukan kepribadian yang dihasilkan dari pergaulan dengan masyarakat sekitar akan memberi ciri khusus dalam prilaku berbahasa. Berkenaan dengan kehidupannya di dalam masyarakat luas, anak (remaja) mengikuti proses belajar di sekolah. Sebagaimana di ketahui, di lembaga pendidikan diberikan rangsangan yang terarah sesuai dengan kaidah-kaidah yang benar. Proses pendidikan bukan memperluas dan memperdalam cakrawala ilmu pengetahuan semata tetapi juga secara berencana merekayasa perkembangan sistem budaya, termasuk perilaku berbahasa. istilah “baceman” di kalangan pelajar yang dimaksudkan adalah bocoran soal ulangan atau tes. Bahasa “prokem” tercipta secara khusus untuk kepentingan khusus pula.
 4.SOSIOEMOSIONAL
Lingkungan sosial yaitu merupakan lingkungan masyarakat. Dalam lingkungan masyarakat ini adanya interaksi individu satu dengan individu lain. Keadaan masyarakat akan memberikan pengaruh tertentu terhadap perkembangan individu.
a.Reaksi dan emosi masih labil.
b.Muilai mengembangkan standar dan harapan terhadap perilaku diri sendiri yang sesuai dengan dunia sosial.
c.Mencapai tingkah laku yang bertanggung jawab secara sosial.
5.Moral dan Religi
            Karakteristik yang menonjol dalam perkembangan moral remaja adalah bahwa sesuai dengan tingkat perkembangan kognisi yang mulai mencapai tahapan berfikir operasional formal, yaitu mulai mampu berfikir abstrak dan mampu memecahkan masalah-masalah yang bersifat hipotesis maka pemikiran remaja terhadap suatu permasalahan tidak lagi hanya terkait pada waktu, tempat, dan situasi, tetapi jugapada sumber moral yang menjadi dasar hidup mereka (Gunarsa, 1988). Perkembanagan pemikiran moral remaja dicirikan dengan mulai tumbuh kesadaran akan kewajiban mempertahankan kekuasaan dan pranata yang ada karena dianggapnya sebagai suatu yang bernilai, walau belum mampu mempertanggung-jawabkannya secara pribadi (Monks, 1989). Perkembanagan pemikiran moral remaja yang demikina, jika meminjam teori perkembangan moral dari Kohlberg berarti sudah mencapai tahapan konvensional. Pada akhir masa remaja seseorang akan memasuki tahapan perkembangan pemikiran moral yang disebut tahap pascakonvensional ketika orinalitas pemikiran moral remaja sudah semakin jelas. Pemikiran moral remaja berkembang sebagai pendirian pribadi yang tidak terganung lagi pada pendapat atau pranata yang bersifat konvesional.




Comments

Popular posts from this blog

KONSEP DAN TUGAS PERKEMBANGAN BERDASARKAN TAHAPAN PERKEMBANGAN PESERTA DIDIK DISATUAN PENDIDIKAN MENENGAH

Puisi kelasku